Showing posts with label pendapatku. Show all posts
Showing posts with label pendapatku. Show all posts

Sunday, November 16, 2008

Barrack Husein Obama dan Demokrasi

Akhirnya Amerika punya juga presiden kulit hitam. Setelah menang di general election tanggal 4 November 2008 kemarin, tampaknya Amerika jadi tambah semangat melakukan perubahan, bener nggak sih, bakal berubah....?

Ngomong-ngomong tentang Obama, jadi pengen ikut nimbrung tentang masa mudanya yang berpetualang dari benua Afrika sampai benua Asia, nggak tanggung-tanggung Asia-nya di Indonesia lagi, sekolah di Menteng lagi, habis gitu pernah tinggal di Ciputat lagi, trus Maya sang adik satu-satunya keturunan Indonesia juga, wah-wah....Indonesia banget.

Kata Maya Sutoro, Obama sekarang cuma bisa bahasa Indonesia sedikit banget. Katanya nggak pede kalau kebanyakan ngomong bahasa Indonesia, karena bisanya cuma..."Eh Maya ...pijit dikit..pijit dikit" hehehe......apa iya..yah.....?

Nggak cuma Amerika yang senang Obama terpilih jadi presiden, Kenya tanah kelahiran sang Bapak, juga turut bergembira saat dunia memberitakan terpilihnya Obama (sampai segitunya ya...). Apa orang Indonesia juga senang ya..?

Yang pasti bu Lia, sang pengasuh saat Obama tinggal di Indonesia dan menyaksikan saat Obama kecil jatuh ke git dan punya bekas luka di lututnya, pastilah merasa terharu karena anak yang diasuhnya itu kini jadi Presiden Amerika yang sekarang masih jadi Negara Adidaya itu (sampai kapan ya...?)

First Lady, Michelle Obama, juga menjadi ibu negara Amerika pertama dari kulit hitam. Perempuan lulusan Harvard Law School ini memang jago mendongkrak suara Obama saat kampanye, mungkin karena dia seorang attorney sehingga tampil biasa berorasi di hadapan ratusan massa. Lagi-lagi pasangan ini menorehkan sejarah Amerika.

Bukan cuma Indonesia dan Kenya saja loh, sampai-sampai orang Jepang yang tinggal di daerah Obama juga senang. Soalnya nama daerahnya persis banget sama nama presiden Amerika terpilih ini. Kalau nggak percaya cari aja lagunya di youtube.....kalau nggak salah liriknya "la.....la...la..la Obama..." pokonya sejenis itu deh.

Ya..ya..meskipun ane nulis blog ini jauh setelah tanggal 4 Nov 08...paling nggak ya sedikit nulis sejarah lah, siapa tahu nanti dibaca anak cucu ane, ya nggak, meskipun nulisnya nyante banget...habisnya kalau pake bahasa nyang serius-serius pusing pala ane....kaga pape ye,, pembaca.

Kembali ke laptop...(Tukul...kalee)
By The Way...pas kebetulan mencet chanell CNN beberapa hari yang lalu, kayanya Obama udah menyusun kabinetnya, and denger-denger nih, dia minta Hillary Clinton jadi secretary of state nggantiin Condoleza Rice, wah cewek lagi nih....Bu Clinton mau nggak yah....?

Amerika makin gencar aja menyerukan jender, tapi anehnya nih....negara yang katanya paling semangat nyeruin gender and demokrasi itu, nggak pernah sekalipun punya presiden perempuan. Nah loh...kalah ama kita yak....

Padahal kalau mau sih, tahun ini bisa, tapi ya itu, ternyata capres perempuannya Amrik masih KO sama laki-laki. So, bener ga sih perempuan bisa mimpin negara dengan baik dan benar....? Kok Amerika yang segitunya aja nggak pada mau milih perempuan jadi presiden. Buktinya malah Obama yang kepilih di konvensi partai Demokrat.

Walah, mumet kalau mikir yang tinggi-tinggi, yang jelas bulan Januari 2009 nanti Obama sekeluarga bakal melenggang ke Gedung Putih untuk memimpin Amerika empat tahun ke depan. Akhirnya race to the white house dimenangkan oleh sang kuda hitam.

Ngomong-ngomong soal empat tahun, kok bentar amat yak
Padahal race-nya aja dimulai sekitar dua tahun sebelum pemilihan umum, capek banget deh...masa cuma dua tahun doang konsen mikir negara habis itu pikirannya nyabang lagi ke pemilihan umum berikutnya. Lah kapan kerja seriusnya kalau begitu?

Ya....ya begitulah resiko negara demokrasi, harus rela korban duit, tenaga, waktu...and so on. Tapi kalau dipikir-pikir nih...kalau Amerika yang katanya kaya itu sih...nggak papa lah ya buang-buang duit untuk pemilihan umum, tapi kalau Indonesia gimana dong.....hutang belum lunas buat pemilu 2004 sudah dihadang lagi sama pemilu 2009 yang bakalan ngabisin duit buuuaannnyak juga....waduh lieur euy.....mumet aku dadine.....

Itu masih pemilu mas, jangan dicuekkin dong pilgub dan pilkada kita....
Indonesia itu ada 31 Provinsi bo
tiap provinsi punya kabupaten
tiap kabupaten punya desa
dan semuanya itu pada ngelakuin pemilihan juga secara langsung.....(mbok...mbok...duwe' teko endi iku yo..)

Ya sudah lah, namanya juga demokrasi, harus siap aja duit banyak....ya nggak, Indonesia kaya kok, ada hutan (meskipun sering kebakar), ada ikan di lautan luas (meskupin sering dicurri negara lain), ada minyak bumi (meskipun nggak bisa mengolah sendiri), ada barang tambang (meski..meski....yah..meskipun...bla...bla...bla,,,,tahu sendiri lah..)

Tapi bagaimana pun silakan lah Indonesia jadi negara demokrasi toh nanti uang buat kampanye dan pilgub dan pilkada juga baliknya ke rakyat juga...

Lumayan kan, tukang sablon jadi laku pas kampanye
tukang spanduk juga
tukang minuman di jalan juga....
anak-anak muda yang ikutan kampanye juga (biasanya kan dikasih duit tuh ama tim sukses)
tukang becak juga
tukang sewa panggung juga
tukang sewa soundsistem juga
dan...dan....juga....

Tapi apa ada ya...orang yang kaya mendadak gara-gara pilkada, pilgub, dan pemilu...hayooooo lohh...

Indonesia...Indonesia....i love you

Sunday, February 04, 2007

Tentang Pernikahan Dini

Pernikahan dini menjadi inspirasi untuk tulisan saya, entah mengapa saya tertarik membahasnya. Di samping karena pengalaman pribadi, lingkungan di sekitar pun mendukung.

Saya membatasi lingkungan sekitar ini khusus untuk mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di lembah sungai nil ini, dan tidak mencakup orang-orang Mesir. Karena mereka punya bahasan tersendiri mengenai pernikahan yang tidak kalah uniknya dan punya problematika tersendiri yang menarik untuk dibahas.

Namun sekarang saya terlebih dahulu membahas tentang pernikahan dini-nya para mahasiswa Indonesia di Kairo.

Ketika saya menginjakan kaki pertama kali di bumi para nabi ini, tidak pernah terbersit sedikit pun keinginan menikah di usia belia. Entah mungkin karena sudah takdir Tuhan akhirnya aku pun menikah di sini.

Sebelumnya aku sempat ragu apakah aku bisa belajar sambil membina rumah tangga? Tetapi saat aku mendengar seminar tentang pernikahan dini dengan Fauzil Adhim saat beliau berkunjung ke Kairo, aku pun menjadi tercerahkan.

Didukung oleh banyaknya seniorku yang juga menikah di usia dini, rata-rata mereka menikah di saat sudah memiliki seseorang yang mereka cintai.

Mereka beranggapan bahwa cinta itu akan sempurna bila diikat oleh tali pernikahan karena dengan begitu hubungan kita menjadi halal.

Dalam ajaran islam, pernikahan adalah suatu "mitsaqon gholizho" suatu janji yang agung, didalamnya terdapat pahala yang besar jika kita membinanya dengan baik. Maka dalam, dengan menunaikan pernikahan berarti kita telah menyempurnakan separuh dari agama kita. Setiap aktifitas yang kita lakukan untuk membahagiakan pasangan akan diberi pahala yang besar jika dilakukan dengan penuh keikhlasan.

Dengan alas an itulah banyak mahasiswa Indonesia di sini yang lebih memilih untuk menikah dini. Dan bukan MBA alias Married By Accident. Lebih baik kita menghalalkan hubungan kita jika memang sudah saling mencintai, lebih berkah dan berpahala daripada pacaran luntang lantung nggak jelas ujungnya.

Apalagi pacaran yang sudah kebablasan dalam arti sudah melakukan hal-hal yang terlarang dalam ajaran agama. Makna cinta suci sudah mereka nodai dengan perbuatan yang tak selayaknya mereka lakukan sebelum melangsungkan pernikahan.

Maka lebih baik kalian menikah saja kalau sudah saling mencintai. Karena jika ingin menilai laki-laki itu serius dengan kita atau enggak lihat saja ekspresinya saat kita ajak dia untuk menikah. Kalau serius pasti dia akan menerima ajakan kita, kalau tidak ya…berarti dia Cuma ingin main-main saja.

Memangnya perempuan itu apa buat mainan para lelaki yang jelas. Sudah deh buat kawan-kawan seiman ayo jangan sampai terjerumus ke dalam pergaulan bebas yang tanpa batas. Ingat kita hidup di dunia ini hanya sementara. Kehidupan yang hakiki ada di akhirat, ayo nabung sebanyak-banyaknya untuk kehidupan kita kelak. Niatkan semua aktifitasmu untuk beribadah kepada Allah Sang pencipta alam semesta.